Jambikita.id/Kumparan.com – Tunaikan janji pada 14 Desember 2019 lalu, Lembaga Survei Aksara Data Research Center (ADRC) sampaikan hasil survei popularitas dan elektabilitas kandidat Bakal Calon Gubernur Jambi tahun 2020. Hasil survei selama Januari ini di sampaikan di kantor ADRC Jambi, Kamis (30/1).

Ketua ADRC, David Hadiosman mengatakan telah melaksanakan survei pertama. Hasil survei ini melalui lembaga ADRC didukung oleh para ahli dan peneliti yang kredibel, berpengalaman dan memiliki reputasi dalam studi Indonesia.

“Kualitas survei yang dilaksanakan terjaga secara akademik dan etis dengan reputasi akademik internasional. ADRC dimotori oleh peneliti independen yang terpercaya dan berpengalaman melakukan survei dan merupakan tenaga pengajar atau Dosen di Universitas Jambi dengan strata doktoral maupun kandidat doktoral,” jelasnya.

Dalam penyampaian Hasil Survei Popularitas dan Elektabilitas Kandidat Bakal Calon Gubernur Jambi Tahun 2020 langsung disampaikan oleh Dewan Pembina ADRC, Dr.Sofyan. Dirinya menyebut Populasi keseluruhan responden atau pemilih telah memiliki hak pilih untuk Pilkada Tahun 2020 dan atau sudah menikah saat survei dilakukan.

“Lokasi survei yang kami dilakukan di wilayah Provinsi Jambi yang tersebar di 11 Kabupaten/Kota. Penarikan sampel dilakukan secara acak, dengan metode stratified systematic random sampling (random sampling sistematik bertingkat),” jelasnya.

Lanjutnya, sampel awal sejumlah 3.593, setelah dilakukan validasi kendali mutu maka sampel yang sah sebanyak 3.276 dan sampel tidak sah 317. Margin of error lebih kurang 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 97,81 persen.
Penyebaran angket ini pun dilakukan secara online, melalui link umum dan link unik petugas sampling ADRC.

“Kendali mutu dilaksanakan dengan pertanyaan angket telah divalidasi ahli, ujicoba survei online, jawaban valid harus tuntas keseluruhan pertanyaan, responden hanya bisa satu kali isi kuesioner, beberapa wilayah diturunkan tim survei dan callback secara acak oleh tim survei centre,” paparnya.

Sofyan mengaku, Survei ini sepenuhnya dibiayai oleh Yayasan ADRC. Pengumpulan data dilakukan 16 November 2019 sampai 10 Januari 2020. Rincian sebaran responden yakni Kota Jambi 23 persen. Muara Jambi, Sarolangun, Merangin, Bungo, Tebo masing-masing 9 persen.

Selanjutnya, Batanghari dan Tanjabbar masing-masing 8 persen. Kemudian Tanjabtim dan Kerinci masing-masing 7 persen. Yang terendah yakni Kota Sungai Penuh yang hanya 2 persen.

Berdasarkan kelompok umur, responden 17-19 tahun 13,58 persen, 20-40 tahun 68,77 persen dan diatas 40 tahun 17,64 persen. Usia 20-40 tahun merupakan yang tertinggi. Untuk gender, responden laki-laki 65,66 persen dan perempuan 34,34 persen.

Hasil dari Status pekerjaan responden yakni pelajar dan mahasiswa 47,8 persen, Swasta 24,33 persen, PNS 11,84 persen, Buruh 5,22 persen, profesional 4,53 persen, petani 3,54 persen dan pedagang 2,75 persen.

Hasil Popularitas dari 20 kandidat didapat 6 kandidat tertinggi diatas 4 persen, sebagai berikut:

1. Syarif Fasha 24,21 persen
2. Hasan Basri Agus 18,62 persen
3. Al Haris 17,28 persen
4. Cek Endra 8,76 persen
5. Fachrori 4,27 persen
6. AJB 4,06 persen.

Sementara untuk Elektabilitas atau keterpilihan:

1.Sy Fasha 26,74 persen
2. Al Haris 18,07 persen
3. Hasan Basri Agus 16,64 persen
4. Cek Endra 8,39 persen
5. Fachori Umar 3,17 persen
6. AJB 2,5 persen

Sekretaris Yayasan ADRC, Ferry Prayitno menyampaikan Bila ada pihak-pihak yang menginginkan di kupas tuntas mengenai hasil survei ini secara lengkap, ADRC membuka pintu seluas-luasnya, berupa undangan dalam kesempatan dan bentuk kegiatan lainnya.

“Lembaga Survei ADRC juga membuka kesempatan seluas-luasnya, bagi pihak yang berkeinginan bekerjasama menggunakan jasa ADRC dalam kegiatan Survei, baik bentuknya survei Politik, Sosial, Ekonomi, Pendidikan maupun Pembangunan,” pungkasnya.

Sumber: Kumparan.com