JAMBI – Aksara Data Research Center (ADRC) yang merupakan lembaga survei dan kajian publik kini hadir di Kota Jambi, tepatnya di Jl. Pangeran Hidayat Paal V Perum Taman Adipura Indah Blok C No.21 Rt.17 Kelurahan Suka Karya Kecamatan Kota Baru Kota Jambi.

 

Lembaga survei ADRC ini telah berbadan hukum sejak 6 November 2019 lalu, dengan akte notaris Syahrit Tanzil,  SH,  dan telah mendapat pengesahan badan hukum dari Menteri Hukum dan HAM RI, serta lengkap perizinannya. Sedangkan untuk tergabung dalam asosiasi lembaga survei,  ADRC ini masih dalam tahap proses verifikasi di Asosiasi Jakarta.

 

Hal ini disampaikan oleh Ketua Yayasan ADRC, David Hadiosman dalam sambutannya pada kegiatan “Perkenalan hadirnya lembaga survei ADRC di Jambi”, Sabtu (14/12/19).

 

Menurut David Hadiosman, ADRC bersifat independen, non-partisan atau tidak baarafialisasi pada partai politik maupun tokoh atau kelompok yang terlibat dalam kontestasi politik dan pemerintahan. ADRC didirikan oleh orang-orang yang terpercaya independensinya, profesional  dan prodemokrasi.

 

“Dalam kegiatannya ADRC menyediakan jasa survei bagi berbagai kalangan yang berkepentingan, terutama yang terkait dengan kontestasi politik seperti pemilihan umum maupum pemilihan kepala daerah serta pembuatan kebijakan publik yang responsive terhadap aspirasi masyarakat. Data hasil survei diharapkan akan membantu mengevaluasi dan memperbaiki kinerja pejabat publik, politisi,  partai politik, lembaga-lembaga pemerintah dan non pemerintah,” kata David Hadiosman.

 

Tambah David Hadiosman, adapun kegiatan survei ADRC yakni, 1. survei publik (Non-komersial) yang dilakukan atas permintaan lembaga-lembaga publik,  dan untuk dipublikasikan. Survei ini berskala nasional dan dilakukan periodik. 2. Survei komersial, yang dilakukan atas permintaan individu, kelompok atau lembaga. Hasil survei ini sepenuhnya untuk klien dan tidak dipublikasikan kecuali klien bersangkutan menghendakinya.

 

“Sementara fokus ADRC adalah melakukan: 1. survei tentang perilaku pemilih dalam Pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD, Pemilu dan Wakil Presiden, dan pemilihan Kepala dan wakil Kepala daerah. 2. Survei tentang hasil Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD, Pemilu dan Wakil Presiden, dan pemilihan Kepala dan wakil Kepala daerah. 3. Survei tentang kelembagaan pemilu seperti penyelenggara pemilu dan partai politik. 4. Survei tentang calon anggota DPR, DPD, DPRD, Pasangan calon presiden dan wakil presiden serta Pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. 5. evaluasi publik atas kinerja lembaga eksekutif, lembaga legislatif, maupun yudikatif pada tingkat nasional maupun daerah (Provinsi dan kabupaten/kota). 6. Evaluasi atas kinerja lembaga non pemerintah, kelompok-kelompok kepentingan, dan ormas atau Civil Society. 7. Preferensi publik atas kebijakan kebijakan publik nasional maupun daerah,” beber David Hadiosman.

 

Untuk diketahui sturuktur organisasi ADRC dibagi dalam 2 bagian, yakni bagian manajemen dan bagian tim peneliti lembaga survei.

 

Sementara itu dalam sambutannya Dewan Pembina sekaligus Tim Peneliti ADRC, Dr. Sofyan mengatakan, ADRC merupakan lembaga yang berkomitmen memberikan sumbangan pemikiran, gagasan dan pendapat untuk perbaikan pelembagaan di bidang bidang pembangunan, yang meliputi politik, pendidikan, ekonomi,  hukum, sumber daya manusia, dan sosial budaya di Indonesia.

 

” ADRC berusaha berperan aktif dalam upaya mendorong tercapainya kualitas sumber daya manusia yang berkemajuan, untuk mewujudkan Indonesia maju dalam Kancah internasional dengan dilandasi karakter dan peradaban yang,” kata Dr Sofyan.

 

Adapun visi ADR ialah : Membangun informasi berbasis data yang cerdas, berkualitas, Mandiri, berintegritas dan berimbang.

 

Sedangkan visi misinya ialah:

1. Menghasilkan kajian dan analisis di bidang politik, pendidikan, ekonomi, hukum, sumber daya manusia dan sosial budaya yang dapat diandalkan, independen, dan berimbang

2. Menginformasikan hasil kajian kepada stakeholder yang membutuhkan dalam upaya merencanakan, merancang, mengembangkan, dan mengaplikasikan sebuah kebijakan program maupun produk untuk memperbaiki kualitas layanan

3. Berpartisipasi aktif dalam membaca trend dan issu yang berkembang di masyarakat dengan metodologi yang tepat, sehingga menjadi informasi yang berkualitas dan memenuhi asas manfaat, baik bagi pemerintah maupun kalangan swasta

4. Memberikan informasi yang akurat, berimbang dan terpercaya, sehingga dapat memberikan sumbangsih bagi institusi pemerintah maupun swasta untuk adaptif terhadap perubahan

5. Memberikan edukasi kepada publik untuk dapat percaya kepada informasi informasi yang diperoleh dengan cara yang metodologis yang benar, sehingga tercipta masyarakat yang keberadaban dan berbudi pekerti luhur. (rie)

Sumber: BeritaJambi.co